Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Hari Raya ini ditetapkan oleh Paus Pius XI tahun 1925 pada setiap hari Minggu terakhir bulan Oktober, menjelang pesta semua orang kudus.

Maksud utama perayaan ini sangat spiritual-pedagogis seperti terungkap melalui ensikliknya "Quas Primas". Beliau sengaja menantang Atheisme dan Sekularisme di zamannya dengan menampilkan Kristus sebagai yang lebih tinggi dan lebih berkuasa daripada segala kekuatan dunia.

Sejak tahun 1970 perayaan ini mengalami perubahan penekanan: Kristus lebih lebih bercorak kosmis dan eskatologis. Oleh karena itu, penempatan tanggalnya pun berubah: bukan lagi pada hari Minggu terakhir bulan Oktober, tetapi pada hari Minggu Biasa XXXIII/XXXIV, menjelang Hari Minggu Adven I Adventus.

Dengan demikian, menjadi jelas pula bahwa hari raya ini sebagai penutup tahun liturgi Gereja. Kristus adalah Alfa dan Omega.

Prefasi yang berasal dari susunan tahun 1925 menekankan Kristus sebagai Imam abadi dan Raja Alam Semesta, yang akan mempersembahkan segalanya kepada Bapa-nya: "Kerajaan abadi dan universal yakni : Kerajaan Kebenaran dan Kehidupan; Kekudusan dan Rahmat, Keadilan, Cinta Kasih dan Kedamaian."

Sumber : http://katolisitas-indonesia.blogspot.co.id/2013/11/hari-raya-kristus-raja-semesta-alam.html

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 43 guests and no members online

Visitors Counter

0626739
Hari ini
Kemarin
43
323