Pesta Takhta Suci Santo Petrus

Santo PetrusMaksud pesta Takhta Suci Santo Petrus ini ialah untuk menghormati Petrus sebagai Wakil Kristus dan Gembala tertinggi Gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota Gereja dan semua Gereja setempat. Kuasa Petrus ini - yang lazim disebut Primat Petrus - diberikan langsung oleh Yesus sebelum kenaikan-Nya ke surga (Yoh 21:15-19).

Petrus adalah Simon, anak Yunus dan saudara Andreas, lahir di Betsaida, Galilea, sebuah kampung di tepi danau Genesaret. Seperti ayahnya, Simon adalah seorang nelayan yang ulet, bertabiat jujur dan rajin. Ia tidak berpendidikan tetapi cukup terampil dalam pekerjaannya sebagai seorang nelayan. Kepribadiannya menarik perhatian Yesus ; karena itu Yesus berkenan menjadikannya seorang murid-Nya, bahkan mengangkatnya menjadi pemimpin para rasul dan pemimpin Gereja yang pertama.

Pada mulanya, Simon bersama Andreas saudaranya, menjadi murid Yohanes Pemandi. Oleh Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus, Sang Mesias yang telah dinanti-nantikan oleh seluruh bangsa Israel. "Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus," kata Andreas kepada Simon. Pada saat itu, Yesus berkata kepada Simon, "Engkau Simon anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya : Petrus)". (Yoh 1 : 41-42) Kefas berarti wadas atau batu karang. Sejak saat itu, dia lebih dikenal dengan nama Petrus.

Petrus secara resmi berkeputusan mengikuti Yesus, Sang Mesias dengan meninggalkan segala-galanya, ketika ia menyaksikan mujizat penangkapan ikan secara ajaib oleh Yesus. Kata Yesus kepada Petrus : "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Petrus berkata kepada Yesus : "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras, dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dengan kepercayaan ini, Petrus menyaksikan kuasa Yesus, Sang Mesias. Dan di depan Yesus yang penuh kuasa ilahi itu Petrus bersujud :"Tuhan, pergilah daripadaku, karena aku ini seorang berdosa." Kepada Petrus yang rendah hati itu, Yesus berkata :"Jangna takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia." Setelah penyerahan diri ini, Petrus diperkenankan menyaksikan berbagai peristiwa dan akhirnya dipercayakan tugas menjadi pemimpin para rasul dan gembala kaum beriman.

Di samping kisah-kisah yang menampilkan pribadi Petrus sebagai orang kepercayaan Yesus, terdapat juga kisah Injil yang menampilkan pribadi Petrus sebagai seorang yang masih dangkal imannya dan belum memahami benar kehendak Allah atas diri Yesus. Dalam Mat 16 : 21-28 dikisahkan tentang pemberitahuan Yesus tentang penderitaan-Nya, dan Petrus serta-merta berkata : "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." "Enyahlah iblis. Engkau suatu batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikrkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia," demikian teguran Yesus kepada Petrus. Ia juga menyangkal Yesus ketika Yesus ditanggap dan diadili. (Mat 26 : 30-35; 69-75).

Sesudah kebangkitan Yesus, Petrus diangkat menjadi pemimpin keduableas rasul dan gembala kaum beriman di Yerusalem. Petrus menerima orang kafir pertama ke dalam Gereja, dan memimpin Konsili pertama di Yerusalem. Menurut cerita lisan di kalangan Gereja, Petrus diberi kuasa oleh Yesus untuk memimpin Gereja mendirikan dua buah takhta keuskupan. Yang pertama dididrikan di Antiokia, di tengah-tengah kaum Yahudi dan orang-orang kafir pada tahun 35. Disana Petrus memimpin jemaatnya selama tujuh tahun. Setelah dua kali mengunjungi Roma, pada pada tahun 65 ia menetap dissana sebagai uskup pertama.

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 85 guests and no members online

Visitors Counter

0671332
Hari ini
Kemarin
407
663