Makna Penderitaan

Bagi tiap orang, penderitaan memiliki makna yang berbeda-beda. Pada jaman dahulu, orang-orang yang menderita penyakit kusta dijauhi dan disingkirkan oleh masyarakat, bahkan oleh keluarganya sendiri juga.

Mereka dianggap sebagai orang-orang yang dikutuk dan dihukum oleh Tuhan. Jadi pada masa itu menderita penyakit kusta bermakna mendapat kutukan atau hukuman dari Tuhan.

Pada kesempatan lain, seorang ibu sengaja menjalani pemeriksaan colonoscopy tanpa pembiusan. Ia berkata bahwa ia mempersembahkan rasa sakitnya pada Tuhan dengan intensi agar anaknya bisa mendapatkan jalan keluar bagi masalah rumah tangganya.

Seorang ibu lain yang harus menjalani operasi besar, menerima penderitaannya dengan ikhlas sebagai bentuk keikutsertaannya dalam memanggul salib Kristus.

Tentu masih banyak makna-makna penderitaan yang lain. Namun di atas itu semua, makna penderitaan yang terbesar adalah makna penderitaan yang dialami oleh Yesus melalui sengsara dan wafat-Nya di kayu salib. Inilah makna penebusan bagi umat manusia.

Yesus bersedia mengalami penderitaan yang tak terperikan ini, yang merupakan tugas perutusan dari Bapa-Nya, bukan untuk diri-Nya sendiri atau orang tertentu, tetapi untuk semua jiwa agar mereka semua boleh menikmati kebahagiaan abadi di Surga.

Jika demikian, bagaimanakah kita memaknai penderitaan yang kita alami? Apakah kita akan terpuruk dan mengomel, ataukah berani mempersatukan penderitaan kita dengan penderitaan Kristus demi keselamatan jiwa-jiwa? Beranikah. kita memandang penderitaan sebagai anugerah, sebagaiman pengalaman Ayub. Penderitaan akan memperdalam, memperteguh relasi antara manusia dengan Allah.

Salam dan doa, Teresia

Add comment


Security code
Refresh

Social Bookmark

FacebookTwitterDiggDeliciousStumbleuponGoogle BookmarksTechnoratiLinkedinRSS Feed

Online Users

We have 47 guests and no members online

Visitors Counter

0671288
Hari ini
Kemarin
363
663